Kami terus berkembang. Mercer kini menjadi bagian dari merek Marsh yang baru dan lebih luas

Tingkatkan produktivitas dengan Work Design

Rancang ulang cara kerja di era AI dengan mengoptimalkan kerjasama antar tenaga kerja dan teknologi.

Tingkatkan produktivitas dengan Work Design

Perusahaan yang secara efektif mengintegrasikan kapabilitas karyawan dan teknologi memperoleh keunggulan kompetitif yang kuat. Namun, hanya 39% eksekutif di Asia yang percaya bahwa tenaga kerja mereka dapat melakukannya secara optimal. Meskipun peran AI dalam masa depan dunia kerja tidak dapat terbantahkan, hanya 51% pemimpin C-suite di Asia yang merasa bisnis mereka siap bertransformasi mengikuti perkembangan kapabilitas AI.

Bagi banyak perusahaan di Indonesia, work design adalah bagian yang hilang.

Menurut Global Talent Trends 2026, 61% eksekutif di Asia meyakini bahwa merancang ulang pekerjaan untuk mengintegrasikan AI dan otomatisasi adalah inisiatif yang mampu membuka kelincahan tenaga kerja, mempebesar kapasitas kerja, dan pada akhirnya mendorong hasil bisnis.

Bagaimana Work Design Mercer membantu perusahaan di Indonesia

Metodologi Work Design dari Mercer memadukan konsultasi, data tenaga kerja, dan teknologi berbasis AI untuk membantu perusahaan mengambil pendekatan yang berpusat pada pekerjaan atau work-first approach – bukan pada jabatan– terhadap kolaborasi tenaga kerja-AI dan transformasi tenaga kerja.

Prosesnya dimulai dengan menyelaraskan visi masa depan Anda dengan diagnosis yang jelas atas kondisi saat ini: alur kerja, tugas, dan struktur peran. Melalui wawancara kepemimpinan dan sesi penyelarasan strategis, Mercer mengidentifikasi pekerjaan dan area kerja prioritas yang akan memberi nilai paling besar ketika dirancang ulang.

Dari sana, Mercer menerapkan pendekatan tiga langkah:

Uraikan Pekerjaan

Kami menguraikan pekerjaan menjadi aktivitas dan tugas untuk memahami bagaimana pekerjaan diselesaikan saat ini. Ini membantu mengidentifikasi pekerjaan yang berulang, kebutuhan keterampilan baru, aktivitas kritis, dan tugas yang mungkin lebih cocok untuk otomatisasi, pemberdayaan AI, atau pengalihan.

Redistribusi tugas

Kami merancang ulang bagaimana pekerjaan dapat dijalankan secara lebih efektif melalui karyawan, AI, otomatisasi, shared services, outsourcing, pasar talenta internal, atau model talenta lainnya. Langkah ini membantu perusahaan mengidentifikasi peluang untuk meningkatkan efisiensi, memperbesar kapasitas tenaga kerja, dan mengoptimalkan biaya.

Bangun ulang pekerjaan

Kami merancang ulang peran dan alur kerja berdasarkan model kerja masa depan. Ini mencakup identifikasi keterampilan yang akan ditinggalkan dan yang sedang berkembang, penyelarasan peran baru dengan jalur karir dan struktur tenaga kerja, serta penciptaan model operasional yang lebih berkelanjutan untuk mendukung produktivitas, kelincahan, dan pertumbuhan.

Sepanjang proses, Mercer menyandingkan alat Work Design dengan data pekerjaan dan keterampilannya, termasuk Mercer Job and Skills Library,  sehingga perusahaan memiliki fondasi yang terukur dan berbasis data untuk mempercepat transformasi tenaga kerja Anda.

Kami kemudian mengukur potensi dampak di seluruh capacity release, peningkatan produktivitas, efektivitas tenaga kerja, dan penghematan biaya. Wawasan ini diterjemahkan menjadi rekomendasi praktis dan tindakan prioritas yang memberi nilai bisnis terukur.

Terakhir, merancang ulang pekerjaan tanpa membangun keterampilan akan memperlambat adopsi dan meningkatkan risiko. Mercer menyematkan alat penilaian keterampilan eksklusif kami – terhubung langsung dengan Mercer Job and Skills Library– untuk mengidentifikasi kesenjangan dan mengarahkan reskilling / upskilling yang tepat sasaran. Hasilnya: adopsi lebih cepat, risiko implementasi lebih rendah, dan tenaga kerja yang mampu menjaga perubahan berkelanjutan di berbagai pasar.

Sebuah perusahaan jasa keuangan global bermitra dengan Mercer untuk merancang ulang pekerjaan pada peran-peran kritis di lini bank loans yang menghadapi kesenjangan keterampilan yang terus melebar, tingkat pengunduran diri yang tinggi, proses manual, dan tuntutan layanan klien yang meningkat.

Dengan menggunakan metodologi Work Design Mercer, kami menganalisis empat peran kunci yang mencakup 92 tugas kerja untuk mengidentifikasi aktivitas repetitif, ketidakefisienan alur kerja, dan peluang otomatisasi, sentralisasi, dan redistribusi tugas.

Kami kemudian merancang ulang cara kerja yang dijalankan karyawan, otomatisasi, dan struktur operasional dengan:

  • Mensentralisasi 29 tugas kerja.
  • Memindahkan 17 tugas kerja ke tingkat peran yang lebih sesuai.
  • Mengidentifikasi 68 tugas kerja untuk otomatisasi penuh atau sebagian.

Perusahaan tersebut juga merancang ulang peran berdasarkan spesialisasi keterampilan yang lebih kuat, proses orientasi yang lebih cepat, serta jalur reskilling dan upskilling yang lebih tepat sasaran. Hal ini berdampak pada:

  • Capacity release tenaga kerja senior sebesar 45%–50%.
  • Penghematan waktu sekitar 50%.
  • Penghematan biaya 40%–50% per peran.

Dengan merancang ulang pekerjaan di tingkat tugas kerja, perusahaan menciptakan model operasi yang lebihterukur sekaligus meningkatkan efisiensi,  kelincahan, dankualitas layanan tenaga kerjanya.

Di tengah percepatan transformasi teknologi, adopsi AI, serta tekanan untuk tumbuh lebih cepat dengan sumber daya yang semakin terbatas di Indonesia, muncul berbagai risiko dan peluang. Work Design membantu perusahaan meningkatkan kapasitas organisasi, mempercepat adopsi dan mengoptimalkan potensi AI, serta membangun tenaga kerja yang lebih siap, adaptif, dan produktif.”
Dining Adhikawati, Associate Director, Career Services, Mercer Indonesia

Mengubah work redesign menjadi transformasi bisnis

Merancang ulang pekerjaan hanyalah permulaan. Untuk menciptakan dampak bisnis jangka panjang, perusahaan perlu menghubungkan perancangan ulang pekerjaan atau work redesign dengan sistem tenaga kerja yang lebih luas yang membentuk kinerja dan pertumbuhan, termasuk:

  • Pengembangan keterampilan dan kapabilitas.
  • Rewards dan kompensasi, termasuk bagaimana kinerja dalam peran baru akan dinilai dan diberi kompensasi
  • Pasar talenta, jalur karir, dan manajemen kinerja.

Mercer membantu Anda beradaptasi dengan derasnya adopsi , memahami praktik tenaga kerja lokal, dan memenangkan persaingan talenta melalui penyelarasan tenaga kerja, teknologi, dan keterampilan terhadap prioritas bisnis.

Mengapa Mercer?

Mercer unggul dengan kemampuan kami untuk menghubungkan transformasi perusahaan secara langsung dengan work redesign dan keterampilan, didukung data kompensasi, keterampilan, dan tenaga kerja eksklusif kami, serta strategi talenta untuk membantu perusahaan membangun tenaga kerja yang lebih gesit dan berbasis keterampilan.

Perusahaan dapat memilih untuk bekerja bersama konsultan Mercer, menggunakan teknologi Work Design berbasis AI secara mandiri, atau menggabungkan keduanya sesuai kebutuhan transformasi.

Metodologi Work Design eksklusif Mercer diakui sebagai HR Tech Product of The Year pada tahun 2023. Hal ini mencerminkan kepemimpinan kami dalam membantu perusahaan merancang ulang pekerjaan untuk masa depan yang lebih lincah dan berbasis keterampilan.

Bermitra dengan Mercer membantu kami merancang ulang pekerjaan dengan cara yang meningkatkan efisiensi tenaga kerja dan pengalaman karyawan. Dengan memodernisasi alur kerja dan menghadirkan otomatisasi yang lebih cerdas, tim kami dapat fokus pada pekerjaan yang bernilai lebih tinggi sekaligus mendapatkan peluang pertumbuhan yang lebih jelas. Dampaknya signifikan: kapasitas naik 28%, produktivitas meningkat 39%, dan penghematan biaya tenaga kerja tahunan sebesar US$140 juta.
Perusahaan minuman terkemuka

Wujudkan tranformasi tenaga kerja menjadi dampak bisnis yang terukur

Lihat bagaimana Mercer dapat membantu merancang ulang pekerjaan untuk meningkatkan produktivitas, ketangguhan tenaga kerja, dan pertumbuhan jangka panjang. Hubungi kami sekarang.

FAQ

Kami menggunakan diagnosis berbasis data yang menggabungkan analisis pekerjaan di tingkat tugas kerja, metrik produktivitas dan proses, dan penilaian kesenjangan kapabilitas. Bukti tersebut mengidentifikasi tugas yang dapat diulang atau memiliki nilai rendah yang cocok untuk otomatisasi, tugas yang dapat dialihkan, dan keterampilan yang dibutuhkan karyawan. Hal ini memungkinkan rencana otomatisasi yang tepat sasaran beserta rencana upskill atau reskill. Biasanya, metode berbasis data ini dikombinasikan dengan pendekatan kolaboratif bersama manajer lapangan dan tim digital untuk mendapatkan dukungan, memvalidasi rekomendasi, dan menilai kelayakan serta risiko roadmap.

Timeline bervariasi tergantung pada ruang lingkup – proyek berskala kecil dapat berlangsung dalam hitungan minggu, sementara transformasi skala perusahaan biasanya berlangsung beberapa bulan – dan deliverables-nya mencakup laporan diagnostik, inventarisasi tugas, rekomendasi otomatisasi, profil peran yang dirancang ulang, penilaian keterampilan, rencana pelatihan/transisi, analisis dampak, dan roadmap yang mencakup inisiatif digital.

Hasil terukur yang umum mencakup waktu siklus tugas yang lebih singkat, optimalisasi jumlah karyawan atau FTE (jika sesuai), peningkatan produktivitas, tingkat redeployment, time-to-fill untuk keterampilan kritis, tingkat penyelesaian pelatihan dan mobilitas internal, serta peningkatan keterlibatan/retensi karyawan. Mercer menggabungkan metrik dasar dan pasca-implementasi serta membangun model ROI yang mengaitkan efisiensi, dampak biaya tenaga kerja, dan peningkatan produktivitas dengan nilai bisnis.
Produk terkait untuk dibeli
Solusi terkait
Wawasan terkait